Keluarga Epiphaneia
Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi dengan sesama, pemahaman tentang kekekalan, dan kehidupan Kristen. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian terpimpin setiap kitab dari Kejadian--Wahyu. Anggota PA Keluarga Epiphaneia berasal dari berbagai denominasi gereja, seperti GKJ, GKI, GBI, GPIA, dsb.
Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel kelg.epiphaneia@outlook.com
*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.
Keluarga Epiphaneia
Latest Episodes
Respon Orang-Orang yang Menerima Panggilan Tuhan
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon s...
Peninggalan Turun-Temurun
Pembelajaran mingguan kita sampai kepada nama-nama para pemimpin suku Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian. Banyak nama yang seringkali dilewati oleh pembaca, padahal alas dan tinta untuk menulis tidaklah mudah pada saat firman Tuhan ini di...
Tuhan Memanggil untuk Peran dan Tujuan yang Nyata
Tuhan menjanjikan tanah Kanaan kepada keturunan Abraham untuk tujuan-Nya yang Ilahi. Demikian pula kerja-Nya dalam membebaskan bangsa Israel dari perbudakan; Supaya mereka berjalan dalam janji-Nya untuk keselamatan dunia. Bagaimana kita merespo...
Bekerja dalam Petunjuk dan Janji Tuhan
Generasi baru dari Bangsa Israel telah sampai di ambang masuk ke tanah perjanjian. Transisi sudah akan dimulai sebab Musa, hamba Tuhan itu, telah hampir habis masa kepemimpinannya. Bagaimana bangsa itu tetap bekerja menurut petunjuk Tuhan? Adak...
Tujuan Warisan Allah
Tanah Perjanjian bukan hanya sekedar tempat yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham untuk keturunannya diam di situ. Lebih dari pada itu, Abraham, Ishak, dan Yakub memandang kepada tanah itu sebagai tempat digenapinya janji yang jauh lebih besar d...